Cerpen 2019 : Bukan Waktunya Menyerah Pada Kegagalan

Cerpen 2019 : Bukan Waktunya Menyerah Pada Kegagalan -  delapan tahun yang lalu aku memulai karir dari bawah, memutuskan untuk bergelut di bidang IT karena seperti kata pepatah bidang IT adalah lebih dari usaha tambang dan Minyak. Ketertarikan ku akan dunia IT sudah mencul sejak duduk di bangku kuliah menghabiskan bertahun-tahun untuk melakukan penelitian hingga akhirnya menemukan cela cara menghasilkan uang dengan mudah dan jumlah sangat banyak.

Aku belajar secara otodidak, bersama dengan kakak kami berusaha sendiri-sendiri untuk menemukan bagaimana bisa menghasilkan banyak uang lewat dunia IT. Ingat betul waktu itu kondisi pengguna internet di Indonesia masih sangat sedikit, peluang untuk menghasilkan uang di Internet pun terbuka lebar mengingat belum banyak mengetahui ilmunya.



Bermodal hanya ketertarikan pada dunia IT aku mencoba berbagai macam cara untuk bisa menghasilkan uang dari pekerjaan ku, kondisi saat itu aku masih hidup bujang, bertempat di Kost kecil salah satu kota sembari kuliah aku mencoba menyempatkan untuk menggarap pekerjaan, bahkan meski kuliah saat ini menyita banyak waktu aku berusaha untuk membagi waktu tidur menjadi waktu bekerja.

Disaat orang mulai membaringkan badan untuk melepas lelah karena seharian berjibaku dengan buku dan tugas, akupun baru memulai pekerjaan, tidak ada waktu bersantai, tetapi semua itu aku jalani dengan semangat pantang menyerah. Kamar tidur menjadi saksi bisu perjuangan ku mencapai keberhasilan.

Dikamar ukuran 2x2 meter itu kami berbagi tempat tidur bersama teman, meski mereka terlihat sangat lelap tidur, akupun masih menghabiskan setengah malam untuk bekerja. Jika waktu sudah menunjukan pukul 3 dini hari menjelang subuh akupun tidur. Memulai pekerjaan sejak pulang kuliah sekitar pukul 21:00 memang terasa sangat melelahkan.

Meski lelah aku tidak pernah mengeluhkan itu, karena aku yakin suatu saat nanti mereka yang berjuang dan bersungguh-sungguh akan mendapatkan hasil. Pada tahun pertama aku mencoba melakukan berbagai riset tentang perjaan, tidak ada satu rupiah pun aku dapatkan dari pekerjaan ku saat itu bahkan itu berlangsung sangat lama, 2 tahun lamanya aku bekerja tanpa penghasilan.

Masuk menjelang akhir kuliah aku sudah memiliki penghasilan sendiri, perjuangan dua tahun akhirnya berhasil tidak kurang 3-4 juta perbulan bisa aku kumpulkan meski tidak stabil angka itu bagiku sangat lumayan. Namun hasil riset yang sudah berhasil itu tidak sepenuhnya pekerjaan yang halal dan melanggar ajaran agama.

Semua itu aku lakukan hanya demi penghasilan, berjalan sekitar 1 tahun lebih akhirnya tiba saat paling dinanti dinyatakan lulus kuliah S1, dulu aku pernah bernazar apabila aku lulus dengan predikat Cumlaud maka aku akan meninggalkan semua pekerjaan buruk itu dan memulainya dari awal merintis dari awal namun bukan hal yang buruk lagi.

Akhirnya saat nilai sidang skiripsi keluar aku mendapatkan nilai sesuai yang diharapkan, atas dasar itu setelah lulus kuliah aku menghapus semua hasil pekerjaan meski nilainya sangat lumayan tapi aku berusaha untuk memperbaiki diri ke jalan yang diridhoi agama. Mencari rejeki yang halal, ingat betul saat pertama kali menerima ijasah waktu bulan Agustus.

Pertama kali sejak lulus adalah mendaftar bekerja, sudah mencoba ke banyak perusahaan tidak ada satupun yang menerima, meski aku lulus dengan nilai Cumlaud tetapi tetap saja sulit mencari pekerjaan. Satu bulan berjalan setelah lulus S1 aku tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, orang tua yang saat itu memiliki harapan besar ketika sudah lulus kuliah akan langsung bekerja selalu menanyakan apakah sudah mendapatkan pekerjaan atau belum.

Satu bulan berjalan akhirnya aku tidak kunjung bekerja, waktu itu Ibu mengatakan jika belum juga mendapatkan pekerjaan maka ia yang akan mencarikan pekerjaan biasa dengan gaji yang kecil tidak apa yang penting bekerja. perasaan orang tua memiliki anak lulusan Sarjana bukan sekedar menghasilkan uang tetapi ada rasa malu dengan tetangga apabila anak belum bisa menghasilkan uang.

Lebih dari 30 perusahaan aku masukan lamaran namun tidak ada satupun yang menerima bahkan saat pembukaan CPNS aku mencoba ikut tetapi hasilnya tetap saja gagal. Pada bulan kedua aku mencoba untuk meyakinkan Ibu dan meminta waktu 3 bulan untuk memulai kembali ke dunia IT Full Time dengan menanggung semua resiko yang ada.

Akhirnya Ibu setuju dan membiarkan ku bekerja kembali di dunia IT selama 3 bulan, itu artinya selama tiga bulan tanpa penghasilan. Aku juga tidak tau jika sudah dikerjakan apakah nantinya akan membuahkan hasil atau tidak karena apa yang aku kerjakan adalah sesuatu yang baru dan belum tau bagaimana hasilnya.

Berjalan 3 bulan kemudian akhirnya pada tahun baru aku mendapatkan laporan yang cukup memuaskan bahkan menjadi titik dimana aku bisa menggapai kesuksesan karena apa yang aku kerjakan menghasilkan puluhan juta dalam waktu yang singkat. Titik dimana aku bisa membahagiakan kedua orang tua sangat indah jika mengingatnya.

Berjalan satu tahun setelah kesuksesan itu akhirnya memutuskan untuk menikah tahun depan. Tidak berlangsung lama satu tahun setelah menikah aku memiliki anak laki-laki yang pintar dan ganteng seperti aku hehe. Setelah kelahiran itu aku tetap masih konsisten bekerja. Saat menerima kabar bahagia kelahiran aku mencoba keberuntungan untuk kuliah S2.

Belum satu tahun kuliah aku sudah mendapatkan kabar yang kurang enak karena Ibu waktu itu di vonis kangker stadium akhir. Sembari membesarkan anak, juga membantu pengobatan Ibu serta membagi waktu kuliah S2. Pada tahun 2017 pertama kalinya aku drop karena tidak bisa mengimbangi semua aktivitas akhirnya pekerjaan ku banyak yang terbengkalai.

Waktu itu aku hanya menerima  2 bulan 1 juta lebih karena harus membagi semua tenaga dan pikiran, namun itu tidak berlangsung lama beberapa bulan kemudian tahun baru tiba dan penghasilan ku kembali mencapai kejayaan dimana berada pada titik tertinggi, meski harus mengurus orang tua aku menyempatkan untuk membagi waktu agar kejadian tahun lalu tidak terulang lagi.

Tahun 2018 adalah tahun bagaia karena aku mencapai puncak, namun sebagian besar penghasilan ku, digunakan untuk menganti mobil pinjangan yang hilang karena mendapatkan musibah, bahkan waktu itu penghasilan ku habis bersama dengan kakak patungan. Tidak mampu beli mobil sendiri malah mengganti mobil pinjaman.

Tidak lama 3 bulan kemudian aku di hadapkan kabar yang lagi-lagi kurang baik yaitu Ibu Tercinta tidak bisa menahan sakitnya dan akhirnya meninggal dunia, dari mulai Ibu meninggal aku nampak kehilangan arah. Tidak ada lagi tempat berbagi cerita dan meminta bantuan jika dalam keadaan sulit. Sebelum tahun baru 2019 tepatnya desember 2018 aku menyisihkan dari semua penghasilan ku tahun itu dari sisa berobat Ibu akhirnya bisa membeli rumah.

Rumah kecil untuk keluarga kecil menjadi pengibur dikala ditinggalkan Ibu, sayangnya Ibu tidak sempat melihat rumah kecil itu, dari sisa pembayaran ada waktu 3 bulan untuk melunasi mulai dari Januari 2019 sampai Maret 2019 aku menghabiskan uang untuk melunasi rumah tanpa ada yang tersisa bahkan sampai minus terhutang.

Harapan Kami bulan April adalah bulan yang sangat membahagiakan karena berkahir juga masa kesulitan keuangan karena akan mendapatkan puluhan juga pada bulan itu, tidak heran jika sudah mengatur rencana untuk membagi rejeki untuk yang tidak mampu, kemudian mengisi rumah dan lainnya, memberi Ayah sedikit rejeki.

Alangkah malang Nasib ku, setelah tanggal 22 April 2019 semua akun yang berisi uang dihapus oleh perusahaan semua yang ada di dalamnya adalah calon uang yang kami miliki sementara di rekening ku tidak ada lagi yang tersisa. Hal hasil aku harus merelakan semuanya termasuk uang didalamnya dan semua pekerjaan yang aku bangung 8 tahun berkahir pada bulan itu.

Kuliah S2 yang sempat tertunda, pada akhirnya selesai juga namun selesai bukan menyandang gelar megister tetapi berhenti karena tidak memiliki apa-apa lagi, semua rencana dan perjaungan ku berakhir begitu cepat tanpa ada yang tersisa, mungkin sangat sulit bagiku untuk bangkit dari keterpurukan kali ini. Hidup ini rasanya dipenuhi dengan ujian selalu ada dan tidak pernah berhenti.

Entah kenapa rasanya kehidupan ku rasa amat berat aku lalui, kini aku harus memulai semuanya dari 0, tetapi ini bukan cerita kegagalan dan kemudian bangkit lagi, karena kondisi saat ini berbeda. Aku sudah memiliki tanggungan anak dan istri mau tidak mau dan suka tidak suka harus memiliki penghasilan setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan.

Sementara semua sudah hilang dalam sekejap, itu artinya aku harus kembali memulai dari 0 tanpa penghasilan berbulan-bulan, apakah dengan kondisiku saat ini aku bisa kembali mencapai kejayaan, sementara tempat ku meminta kebutuhan jika kurang adalah IBU, beliau sekarang tidak ada lagi, aku sangat bingung, marah, kesal, kecewa, takut, dan sangat sedih.

Entah kenapa semua itu terjadi bertubi-tubi terhadap kehidupan ku, aku tidak pernah meminta banyak hanya ada satu dimana aku bisa membaut orang yang aku sayangi tidak sedih. Ini bukan kisah kegagalan memulai dari 0 dan bangkit. Kondisi untuk memulai baru saat ini sudah berbeda tidak seperti dulu lagi.

Rasanya tidak sanggup aku melalui semua cobaan, berhari-hari aku hanya terbaring ditempat tidur, depresi, tidak memiliki semangat untuk mengerjakan apa-apa, semua telah hilang, meski aku sudah terbiasa memulai dari 0 namun saat ini kondisinya sangat berbeda, antara perjuangan memulai dari 0 dan tuntutan harus berpenghasilan.

Aku sadar betul mengerjakan semua pekerjaan ku sekarang tidak akan mendapakan hasil, tetapi yang aku minta cuma satu meski semua hilang, jangan sampai Allah mengambil semangat karena bermodalkan semangat itu aku yakin aku bisa bangkit dengan cepat, jika satu semangat itu hilang maka akan hilang semuanya tidak ada lagi cerita tentang bangkit dari kegagalan.

Aku mungkin bisa jatuh berkali-kali dan bangkit berkali-kali jika saat ini masih sendiri atau bujangan, namun begitulah hidup bukan cobaan jika terasa biasa saja, paling tidak jika suatu saat nanti aku bisa melewati semua kesulitan ini, tulisan ini akan menjadi saksi bahwa Allah Tidak tidur meski ia memberikan cobaan kepada hambanya, tidak akan ada satu cobaan yang diberikan kecuali aku bisa melaluinya. 

Meski melalui cobaan sangat berat, setiap peristiwa akan ada hikmah, jadi bangkit dari kegagalan memulai dari 0 itu mudah di ucapkan tapi sulit dilakukan, tanpa semangat tidak akan bisa mangkit lagi. Semoga aku selalu ingat dan bersyukur dan bisa melalui semua ini melalui dari 0 dengan semangat yang dulu  meski keadaannya berbeda tetapi orangnya tetap sama, Sekarang Bukan Waktunya menyerah Pada Kegagalan.

Paling tidak dari kegagalan itu kita bisa mempelajari hikmah, lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta, teguran bagi kesombongan diri kita, pengingat dosa besar yang sudah dilakukan, ujian naik kelas bagi diri ini, dan penghapusan dosa yang kita lakukan, tidak ada tempat bergantung selain kepada Allah.

Seandainya kita menyerah dengan kegagalan maka yang akan terjadi pasti ada kegagalan-kegagalan lainnya yang siap menguji hidup kita, kegagalan adalah bagian dari kehidupan yang harus di lalui dengan penuh rasa syukur, ingatlah ketika orang tersebut mencapai kegagalan berarti ia sudah pernah berada di puncak tertinggi, dan jika berhasil melalui kegagalan itu artinya kita akan berada di puncak yang lebih tinggi lagi. Percayalah menyerah atau tidaknya kita pasti akan gagal. Tuhan maha adil dan pasti menyimpan cerita baik tentang kesuksesan masa depan kita, namun disampaikan dengan cara sedih agar setelah itu ada satu kemudahan dibalik kesusahan itu adalah janji Allah yang tidak akan pernah diingkari.

Belum ada Komentar untuk "Cerpen 2019 : Bukan Waktunya Menyerah Pada Kegagalan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel