Cerpen 2020 : Tuhan Tidak Pernah Salah "Meski Rasanya Seperti Tidak Adil"

Cerpen 2020 : Tuhan Tidak Pernah Salah "Meski Rasanya Seperti Tidak Adil" - Dua puluh tahun yang lalu aku masih berusia sangat muda, duduk di bangku SMP, menjadi seorang pelajar sama seperti siswa pada umumnya, Aku bukan anak yang pintar dan tergolong peringkat terakhir di kelas, selain tidak pintar aku juga tidak populer di sekolah. Bisa dibilang saat sekolah aku bukan apa-apa dan jauh dari kata terkenal di sekolah.

Setiap sekolah pasti ada yang namanya "Queen" salah satu siswi yang paling cantik di sekolah, ia selalu di puja-puji setiap orang yang ada di sekolah, dari mulai adik kelas, teman sekelas, dan kakak kelas bahkan meski ia bukan orang yang cukup pintar, ia tetap menjadi siswi kesayangan guru di sekolah.


Biasanya siswi yang paling cantik di sekolah menjadi rebutan, ketika ia lewat maka semua mata akan tertuju padanya, semua siswa akan berlomba-lomba untuk mempacarinya, karena akan menjadi kebanggan tersendiri jika bisa mendekatinya dan berstatus pacaran. Sudah menjadi tradisi bahwa mereka yang bisa mendapatkan gadis tercantik di sekolah memiliki dua syarat.

Pertama anak yang populer baik itu dari bidang seni, olahraga, atau akamedik, dan yang kedua adalah mereka yang berasal dari anak orang kaya. Sayangnya kedua syarat utama itu tidak ada dalam diri ini. Aku hanya tumbuh sebagai anak biasa bahkan selalu naik kelas dengan nilai pas-pasan. Boro-boro untuk mendapatkan cinta dari gadis pujaan di sekolah untuk mendapatkan nilai bagus saja sudah menjadi barang yang langka bagi ku.

Semua siswa yang ada di sekolah ku pasti menyukai gadis itu termasuk aku, namun apa daya untuk mendekati saja aku tidak sanggup. Hal hasil hanya bisa melihat dan mengagumi sosok gadis dari kejauhan dan mencoba mengubur dalam-dalam perasaan yang pernah ada. Anggap saja perasaan seperti rasa suka sudah menjadi kewajiban untuk dimiliki setiap siswa yang ada disekolah ku waktu itu.

Namun entah kenapa perasaan suka pada sang gadis itu sangat mendalam, bahkan aku terus berdoa suatu saat nanti dia menjadi jodoh ku, 5 kali dalam satu hari setelah sholat aku berdoa agar Allah memberikan dia sebagai Jodoh ku, dan 1 kali di hari yang sama aku berdoa sebelum tidur doa yang sama, mendoakan agar dimasa depan dia adalah jodoh ku.

Seolah aku memaksa kepada Allah agar dia menjadi Jodoh ku dengan doa-doa yang aku panjatkan setiap hari, Meski ukuran manusia hal itu tidak akan mungkin terjadi, namun tidak bagi Kuasa Allah, yang maha tidak ada batas. Aku kira perasaan suka itu akan hilang seiring berjalannya waktu karena masih SMP mungkin hanya sebatas cinta monyet.

Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat, aku melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, entah kepana secara kebetulan gadis itu juga sekolah di tempat yang sama dengan ku. Tidak ada bedanya perasaan yang dulu masih tetap ada, bahkan semakin besar perasaan suka itu padanya, tidak ada yang berubah aku selalu berdoa kepada Allah doa yang sama agar suatu saat nanti dia menjadi jodoh ku.

Setelah tamat sekolah, aku yang tinggal di dusun memutuskan untuk pergi kuliah ke kota, sementara gadis itu juga memutuskan untuk bekerja merantau ke Kota. 4 tahun berlangsung tidak pernah bersama namun aku masih menyimpan semua perasaan cinta itu hingga aku tamat kuliah, berangsur menitih karir tiba ditahun pertama aku mencapai kesuksesan basar dan untuk pertama kali aku pulang ke kampung halaman.

Kebetulan saat ini masa puasa ramadhan, jadi ada kegiatan yang di adakan sekolah SMA, reoni angkatan pertama, kami adalah lulusan angkatan pertama, untuk pertama kalinya kami kembali bertemu setelah sekian lama, meski kondisinya aku tetap menyimpan perasaan suka sejak SMP dulu. Kami sempat bercanda menghabiskan waktu sore itu sambil menunggu berbuka puasa, sesekali aku mencoba mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang.

Aku : Hal apa kabar lama ngak ketemu udah beda ya sekarang ?
Gadis Itu : iya kamu juga sekarang udah beda, udah sukses.
Aku : sama saja masih seperti dulu.
Gadis Itu : Berarti perasaan kamu ke aku masih sama dong.
Aku : haaaaa ???????
Gadis Itu : Aku tau kalau sejak SMP kamu suka aku kan ( Sambil bercanda).
Aku : hahahaha ah itu mah dulu jaman cinta monyet.
Gadis Itu : Kalau sekarang emang udah ngak cinta monyet lagi ya.
Aku : Tentu lah sekarang udah ngak jaman cinta-cintaan.
Gadis Itu : oooo iya betul, ya udah kalau gitu "Kita Nikah Yuk"
Aku : Kayaknya efek dehidrasi puasa ya jadi agak aneh ngomonnya.
Gadis Itu : Ngak kok aku serius, aku cuma mau tanya apakah kamu masih memiliki perasaan yang sama seperti waktu kamu SMP dulu.
Aku : ..... (Hanya terdiam bingung)

Ternyata dia mengetahui perasaan ku dari teman akrab ku dulu, karena maklum jaman-jaman masih alay kan ada kegiatan curhat bareng teman jadi dari sana dia mengetahui hal tersebut, tanpa terasa waktu semakin larut, kami pun memutuskan untuk pulang, sebelum pulang gadis itu sempat menghampiri ku dan meminta nomor kontak seluler ku.

Sampai dirumah aku sangat terkejut karena melihat beberapa pesan dari gadis itu tentang perasaan ku dulu kepada dirinya, berulang kali pesan itu datang sampai pada akhirnya aku mencoba menjawab beberapa pesan yang berisi seperti :

Gadis Itu : Capek ya rasanya tapi seneng udah bisa ketemu lagi sama kamu, aku mau tanya apakah perasaan mu yang dulu ngak berubah dikirim 7X

Aku : Dalam hidup ku, aku hanya mengenal satu wanita saja dan perasaan ku puluhan tahun yang lalu masih tetap sama tersimpan rapi dalam hati ini hanya buat satu orang.

Gadis Itu : Kenapa kamu ngak bilang dari dulu, akupun menyimpan rasa yang sama sejak dulu walaupun kamu bukan siapa-siapa.

Aku : Biarkan yang lalu berlalu, kita jalani saat ini.

Setelah malam itu akhirnya kami berpacaran, meski dari masing-masing kami sudah memiliki pasangan kami tetap jalani saja. 3 bulan berpacaran, gadis itu memutuskan untuk mengajak ku bertunangan, sebelum tunangan terjadi dia sempat banyak cerita dengan ku, mengenai kehidupan dia di kota, layaknya anak desa yang polos merantau ke kota, dan akhirnya ia menjadi gadis yang rusak hidup dikota.

Namun itu sudah menjadi masa lalu kini dia mulai berubah memperbaiki diri, aku sangat marah mendengar hal tersebut dan mencoba untuk membatalkan semua hubungan, dan aku tidak terima dengan masa lalunya yang buruk. Pada akhrinya aku memutuskan untuk menjauh, namun semakin aku menjauh semakin terasa sangat sakit.

Berbulan-bulan dia mencoba untuk mengejar ku, namun aku tidak mau, tetapi entah kenapa hati ini luluh juga karena perasaan yang aku miliki, singkat cerita kami bertunangan dan menikah. Selama 5 tahun pernikahan ku, aku terus terang tidak pernah terima dengan masa lalu dia, meski kami hidup bersama hati ini tidak akan menjadi milik dia. Tidak ada cinta dalam pernikahan kami hanya kami jalani saja.

Aku merasa sangat marah kepada diri sendiri bertahun-tahun, dalam diri ini selalu bertanya "Kenapa Allah memberikan dia yang sekarang padahal aku selalu berdoa agar dia yang dulu menjadi jodohku dan bukan dia yang sekarang. tanpa terasa perjalanan hidup kami bersama 20 tahun dimana 5 tahun adalah usia pernikahan.

Aku sempat marah kepada Allah, mungkin saja dia salah memberikan jodoh untuk ku, namun pada hari ini saat aku mencoba menulis semua ringkasan perjalanan hidup ini, disaat yang bersamaan untuk pertama kalinya aku jatuh karir yang selama ini aku bangun hancur tidak tersisa bahkan tidak ada yang tersisa dalam saldo rekening pun 0 rupiah.

Dia yang aku kira orang yang hina karena masa lalu, disaat kami mendapatkan cobaan besar seperti ini, dia yang menjadi penyemangat bahkan dia tidak lantas meninggalkan ku, dia berusaha untuk memberikan semangat dan tetap menjadi Ibu yang baik untuk anak ku, kami sudah di karuniai satu orang anak yang lucu dan pintar.

Untuk pertama kalinya sejak kami kembali ketemu tidak pernah ada perasaan cinta kini kembali tumbuh dan aku mulai menyayangi, bahwa ada sisi sikap yang mulia dalam diri gadis itu yang kini menjadi istri ku, Perlahan aku meneteskan air mata, karena selama ini aku hanya menggap istriku sebagai pemuas nafsu saja tidak ada rasa cinta.

Untuk pertama kalinya aku semakin percaya bahwa Allah maha mengetahui, dan Allah tidak pernah salah, dan kini aku menyerahkan semua kegagalan karir ku kepada Allah, aku percaya bahwa kisah karir ku sama dengan perjalanan cinta kami, meski rasanya saat ini aku hancur karena semua karir ku bangkrut dan tidak tersisa.

Saat ini rasanya cobaan itu tidak berpihak pada ku, tapi aku percaya Allah maha tau, seperti cinta kami dua puluh tahun yang lalu hanya kisah yang mustahil jika di lihat dari sudut pandang manusia namun tidak bagi Allah, aku meyakini hal sama juga mengenai kisah kegagalan ku yang saat ini membuat ku harus berusaha lagi dari 0.

Meski rasanya tidak bisa memulai dari 0 karena aku saat ini memiliki banyak tanggungan, kebutuhan dalam kesulitan ekonomi ini aku harus berusaha keres, namun aku tidak melihat rasa kecewa dari Gadis Itu yang kini menjadi istriku, meski keadaan ekonomi kami sulit saat ini, ia tidak pernah mengeluh.

Aku baru mengerti sekarang kenapa Allah memberikan Gadis Itu menjadi Jodoh ku, karena akan ada banyak kejutan perjalanan hidup yang tidak mudah yang akan aku lalu, kini aku merasa menjadi orang yang sangat beruntung karena memiliki pasangan yang setia dan sabar, tidak seperti dulu aku selalu marah dan kesal akan kejadian dia  di masa lalu.

Terima kasih Ya Rob engkau memberikan yang terbaik untuk ku, dan aku percaya bahwa kegagalan ku ini yang terbaik untuk hidup ku. Aku hanya manusia biasa yang tidak mengetahui rencana mu, Kuatkan lah hati ini ya rob. aku hanya meminta satu saja, jangan kau cabut semangat dalam diri ini untuk bangkit kembali.

Tuhan tidak pernah Salah, Meski terkadang apa yang diberikan kepada kita bukan pilihan mengembirikan tetapi apa yang harus dilalui saat ini adalah yang berbaik bagi masa depan kita karena kita tidak akan pernah tau seperti apa perjalanan hidup di depan sana sedangkan Tuhan Maha mengetahui garis kehidupan kita. Maafkan hamba mu yang selalu tidak bersyukur ini ya Rob.

0 Response to "Cerpen 2020 : Tuhan Tidak Pernah Salah "Meski Rasanya Seperti Tidak Adil""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel